“Deni, kamu ngapain?” terdengar suara Tante Ida, ibu kost-ku, “Tidur ya?”
“Oh, enggak kok Tante”, jawabku sambil membuka pintu kamar. Aku duduk di sebelah Aryo, sambil kuelus punggungnya. Bokeb Kulitnya putih bersih, tinggi, dan badannya sedang. lumayan juga Den, mau dong semalem”, bisik Reza. Aku menyentuh kemaluannya yang mengeras. Siang itu udara panas sekali. Aku menggeleng, “Jangan, kamu kan masih kecil!” kataku. Aku mencium bibirnya yang merah, sekali, ia diam saja.Ketika kucium bibirnya untuk kedua kalinya, Aryo membalas, kaku. “Mas Deni tahu Aryo bohong, sekarang cerita kenapa? Aryo menjawil pinggangku, “Kenapa sih Mas Den?”
Aku hanya tersenyum, “Ah anak kecil mau tau urusan orang dewasa aja!”Tak lama kemudian pintu kamar DJ terbuka, dan terlihat kamarnya yang berantakan.




















