Sungguh kontras dengan penampilanku yg selalu berjilbab sopan ini.Suatu ketika, seorang pesuruh kantor bernama Om Roby memberitahuku bahwa Om Roby memanggilku untuk dating ke ruanganya.“Mbak, Om Roby manggil mbak ke ruangnya”“Huh…ada apa lagi nih??”…tanyaku dalam hati…Pelecehan apa lagi yg kan aku terima???? Bokep Ojol Ia hanya tersenyum mesum sambil pergi berlalu. Dengan kasar ia menarik jilbabku hingga kepalaku mengarah ke k0ntolnya..“Ayo,dimut mbak” k0ntolnya bapak sudah lama nggak dibasahin nih…” kata Om Roby disambut dengan tawa Om Roby.. Bahkan untuk mengangsur pun aku tdk mampu. Secara umum, bagian atas tubuhku telah setengah terbuka, dan dua payudara ku yg tak seberapa besar itu menggelantung di atas meja. Sementara itu, aku merasakan cairan dingin di anusku..aku hanya bias pasrah..“mhhhh…..anusmu kayanya masih pramawan nihh…Sini, biar bapak prawanin…
Aku ketakutan, dan berusaha menolak. Dengan kasar ia menarik jilbabku hingga




















