Si “Joni” mana mau mengerti lain kali. Bokep Mama Bu Maya (sebut saja begitu) kawan sekerjanya yang telah berkeluarga ada di sampingnya. “Sampai di mana nih?”, tanyanya terengah. “Entar dong..”, Aku bersih-bersih diri. Kanan kembali ke Setia Budi. Di tepi kanan jalan ke arah Tangkuban Perahu itu banyak terdapat kedai-kedai jagung bakar. Ah, itu tempat wisata, susah untuk “begituan”. Keteganganku yang tadi sempat turun oleh “gangguan” orang lewat, kini naik lagi. Sari menyambut dengan permainan lidahnya. Seorang sudah berkeluarga, satu lagi single, 22 tahun, lumayan cantik, putih dan mulus, mungil, sebut saja Sari namanya.Awalnya, aku tak ada niat “mengganggu” Sari, aku ke toko ini karena memang butuh makanan kecil dan rokok. “Di sini aman, deh Sar..”. “Iihh.., engga bilang mau keluar.., jijik..”, katanya sambil mencari-cari tissu.Aku rebah terkulai.




















