Mana bisa. Bokep terbaru “Sudahlah, Nanti juga kamu tahu sendiri”.Aku berlalu menuju kamar mandi, membersihkan diri. Aku memicingkan mata, menguceknya dengan tanganku. Membolak-baliknya. “Iya Kak”. Dia sudah lama tinggal dengan Pak Rochim. Kali ini sensasi yang kurasakan tidak hanya dada Kak Tina yang menekan punggungku, juga sebentuk gundukan hangat di pangkal pahanya menyentuh pantatku. Bukan, beliau orang baik (sampai sekarang aku selalu mengingatnya, ayah angkatku itu). Samar-samar kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Bikin malu saja”, Kata Kak Tina. Bikin malu saja”, Kata Kak Tina. “Benar. Aku tak berani bertanya kepadanya. Pak Rochim tak pernah mengambil pembantu lagi. Kak Tina tidak ada di rumah. Aku segera pulang.










