Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Bokep Tante Tapi, tidak saat ini. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Saat itu, aku benar-benar sendirian. “Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. “Aku..aku..sayang Erik”
“Erik adalah milikku..hanya milikku seorang”
Pikiranku berputar-putar memikirkan hal itu. Mukaku terasa panas. Aku berteriak. Berada di tengah-tengah mereka saja sudah sangat membuatku special. Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Mungkin karena puber. “Aaahh..!!”
Aku menjerit dan mulai menangis lagi. Kenapa katamu?! Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu.




















