Keluar lagi. Bokep Arab Tapi kalau nanti tuan pergi dan lupa pada saya…. Kedua lutut di pinggir ranjang, kedua siku menopang, dan kepala dan bahuku merunduk ke bawah, bagaikan rusa betina yg sedang minum air yg segar dengan rakusnya. Membersihkan bekas-bekas lendirku di meja makan, di kursi, di lantai. Aku menangis, bahagia. Apapun juga, asalkan Tuanku suka. Kak Edo tersenyum, mengangguk.“Tambah telor setengah matang?” Sempurna.Aku bergegas mempersiapkan semuanya. Tuan nanti akan bertemu gadis lain, yg pasti cantik, dan pantas untuk tuan. Matahari sudah terbit di balik awan mendung ketika aku memasuki kamarnya. Aku merasa vaginaku sakit, ngilu, dan bahagia.Mungkin, begini rasanya pengantin baru.




















