Selalu ingat Ipet, kalau aku sendirian.”“Ipet?”“Pacarku.”“Oh. Bokep STW Jadi setelah mengantar materi yang kudapat kepada rekanku yang akan membuat beritanya, aku dan Diana menuju arah utara. Dia pun menatapku. Dan berjanji untuk selingkuh lagi lain waktu. Rambutnya panjang. Boleh saya menumpang?” Diana berteriak kepadaku.“Kemana?”“Rumah. Dengan lincah Diana telah duduk di sampingku. Rumah saya di dekat situ juga.”“Boleh saja.” Kataku, “Tapi katanya mau tetap di sini? Beberapa kali aku meninggalkan mereka untuk mengejar sumber berita. Aku lihat ke arah batang kemaluanku dan kemaluan Diana, tampak olehku batang kemaluanku baru setengah terbenam kedalam kemaluannya. Kami terus bercakap-cakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan.Waktu terus berlalu. Dari baju kaosnya yang pendek, dapat kulihat putih mulus perutnya.




















