Ya nggak apa-apa,” katanya menjawab telepon.“Siapa Mbak..?” kataku sambil menancapkan Junior amblas seluruhnya.“Si Nina, yang tadi. Bokep Family Sial. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku. Si Junior melemah. Aku langsung memasukkan ke saku baju tanpa mencermati nomor-nomornya. Eh bisa juga wanita setengah baya ini ramah kepadaku.Lalu ia membersihkan pahaku sebelah kiri, ke pangkal paha. Toh masih ada hari esok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Wien datang. Bibirnya sedang tidak terlalu sensual. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aku. Ya, seseorang toh dapat saja lupa pada sesuatu, juga pada sapu tangan. Tetapi, aku harus berani. Tetapi tidak lama, suara pletak-pletok terdengar semakin nyaring. Tapi mengelap dengan handuk hangat sisa-sisa cream pijit yang masih menempel di tubuhku. Aku tidak tahan. Sial. Lalu ngomong apa? Wanita setengah baya itu merenggangkan bibirnya,




















