Aku membuka pintuku dan masuk. Aku telepon ke kamar tadi. Bokep Family Dan tiba-tiba Alan menekan bahuku. Pada awalnya aku kembali berusaha berontak dan melawan, walaupun kali ini tdk segigih pada peristiwa pagi tadi.Dan aku yg memang bersiap utk “keok” langsung takluk bersimpuh saat tangan ototnya meremasi wilayah peka di selangkanganku.Kali ini dia gendong aku menuju ke-ranjang dan sama-sama berguling di atasnya. Dia puji aku setengah mati, betapa otot-otot kemaluanku demikian kencang mencengkeram penisnya.Namanya Dr. Ampuni aku Alan..”, aku menghiba dalam histeris.Kini benar-benar aku seperti hewan yg dilumpuhkan yg siap menunggu penyembelihan. Lelaki ini langsung mematerikan nilai tak terhingga pada sanubariku.Aku masih kelenger saat dia mengangkat salah satu tungkai kakiku utk kemudian dengan semakin dalam dan cepat menggenjoti hingga akhirnya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.Uhh..




















