Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. Bokep Family Kamu tidak akan bisa membuat wanita senang dengan cara ngobrolmu yang seperti itu.”, nasihat Iswani padaku. Mengantisipasi cubitannya yang menyakitkan, kedua tangannya kutangkap dengan cepat. Dengan berusaha secermat mungkin berdasarkan data yang ada dan catatanku, aku mulai membuat rencana kerja. Seusai mengulang dan merubahnya hingga kurasa cukup, kuhentikan kegiatanku tersebut. Terima kasih banyak ya mau menemanin aku.”, kata Iswani dan mencium pipiku. “Mana bisa aku menolak dibawah ancaman cubitannya Mbak”, jawabku bergurau. Rupanya Iswani punya pikiran yang sama denganku. “Ke kafetaria yuk”, ajakku dengan tak menghiraukan gurauannya.Beberapa tamu penginapan yang ada di kafetaria menoleh ke arah Iswani ketika kami memasuki kafetaria penginapan.




















