Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Bokep Indo Keberuntungankah? Tidak apalah hari ini tidak ketemu. Aku tidak menjepit tubuhnya. Pletak, pletok, sepatunya berbunyi memecah sunyi. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Mungkin sapu tangan ini saja suatu kealpaan. Aku masih mematung. Atau jangan-jangan ia tidak masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Ke bawah lagi: Turun. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon. Come on lets go! Ia tidak bercerita apa-apa. Ia tidak membalas tapi lebih ramah. Masih menutupi diri dengan tabloid. Angin menerobos kencang hingga seseorang yang membaca tabloid menutupi wajahnya terganggu.“Mas Tut..” hah..? Masih terasa tangannya di punggung, dada, perut, paha. Lalu ia mengolesi dadaku dengan cream. Tunggu apa lagi. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”Semua penumpang menoleh ke arahku. Begini saja daripada repot-repot.




















