Saya selalu menulis pengalaman persetubuhan saya dengan bermacam-macam orang, suku bangsa bahkan dengan laki-laki dari bangsa lain (Afrika, India, Perancis, dan lain-lain). Bokep Mama Bokong saya diputar-putar, dan nafsu seks saya semakin bertambah. Yang jelas setelah itu tiap hari Selasa dan Kamis saya berkantor di kantor Pak Hendrik. Saya sudah nggak tahan..”Dia lalu berdiri dan mulai melepaskan, baju, celana, kaus baju dan terakhir celana dalamnya. Rasanya seperti mengalahkan anak kecil dalam pergulatan karena Dik Mul ternyata diam saja. Saya mempunyai buku catatan harian tentang hidup saya. Kini penisnya terlihat utuh putih kehitaman, dengan semburat urat-urat kecil di sekitar pangkalnya. Tetapi sudahlah itu bukan urusan saya. Tetapi nantinya saya kepingin menjadi notaris, seperti Pak Hendrik ini.Sebetulnya saya ditawari Pak Hendrik untuk menangani kantor pengacara yang akan didirikannya tadi. Singkat kata, kalau ada perempuan laku




















