Beberapa detik kemudian kaca mobil terbuka, lalu Sava menyodorkan selembar uang seratus ribu kepadaku.“Gak usah nona,” aku tersenyum seraya menggeleng.“Tapi aku ikhlas.”“Aku juga ikhlas kok melakukan hal kecil seperti ini,” yeah sangat ikhlas Sava, andai kamu tau ada hal besar yang telah aku lakukan untukmu, tapi…..Sava masih memandangku penuh keheranan, menarik kembali uang yang tadi ingin dia berikan, “Siapa kamu ? Aku histeris menggoyang-goyangkan tubuhnya.“Tolooonngggg, siapa aja tolonngggg.”Aku beserta orang-orang yang menolongnya langsung membawanya ke rumah sakit terdekat, aku terus membersihkan darah Sava yang masih mengalir. Vidio Bokep Hanya alunan lagu yang sedikit kacau terdengar dari dalam toko, mungkin genset milik toko ini sudah semakin tua hingga hanya mampu memainkan musik yang sangat buruk.Si pelayan toko menghampirinya, membungkukkan tubuhnya, meminta maaf atas ketidak nyamanan yang dia alami di toko semewah ini.Savana Litarien namanya,




















