Para pembantuku tidak curiga atas tindakan kami itu.Pak Rojak pun tampaknya bisa menutup mulut kedua pembantuku. Mas Hendra ingin aku mencurahkan perhatianku kepada pekerjaan dan ingin tetap menikmati kehidupan berdua dulu tanpa di ganggu anak dulu. Bokep Cina waktu itu memang saya salah,, saya tergesa gesa saat itu, jawabku. Dalam mobil sebelum berjalan, Pak Rojak menoleh kearahku,dan kembali meraih jemariku dan lalu ia rengkuh tubuhku lalu ia kecup bibirku. kulitku kata teman2ku sawo matang, karena jika putih pasti kalah denagn orang chines.Tidak heran selama aku kuliah dulu di daerah surakarta,banyak teman sekampusku yang coba endekati, namun hatiku terpaut pada Mas Hendra saja. Lalu aku pulang diantarkanya dengan mobilku. Pak Rojak kebelakang dan tidak lama kemudian muncul dan duduk di sampingku.Bu beginilah keadaan saya, katanya oooo..




















