seketika itu kupeluk Aa. “Hehe bukannya remang-remang gini malah tambah asyik!” goda Aa sekali lagi. Bokep Tobrut Dilepaskannya pelukanku, jemarinya menghapus air mataku.“Valen menangis?” tanyanya retoris. Ah.. Valen udah nggak tahan lagi?!” pintaku parau pada Aa. pikiranku kacau.Jam 8:30 malam aku meninggalkan hotel. Aa tidak menjawabnya sebagai gantinya Aa malah memberikan ciuman pada bibirku. Tentu saja aku gelapan saat pertama mendapatkan serangan mendadak itu, namun pelan-pelan kunikati ciuman Aa. “Ihh nggak lagi.. Jangankan batang hidungnya, telepon saja tidak kuterima. Dilepaskannya pelukanku, jemarinya menghapus air mataku.“Valen menangis?” tanyanya retoris. Kurasakan jari-jemari Aa meremas jemariku, lembut dan hangat.




















