“Iya mbak, gak usah dipikirin soal kembalianya..dan..maaf soal yg tadi..”Jawabku tanpa menoleh kepadanya. Film Porno “Gimana berita orang rumah mbak, sehat semua?” Tanyaku basa basi. Aku mendorong tubuh telanjangnya menghadap meja kecil di hadapan kami. Semenjak hari itu hubungan kami berada dalam suasana yg baru. Gerakanku cepat terburu nafsu. Sedikit demi sedikit batang itu terbenam diiringi dengan rintihan mbak juminten serta desis yg keluar dari mulutku. “..mbak juga nyesel..”
” tapi kalo boleh jujur..maaf yaaa mbak..”
“Apa den..ngomong aja..”Jawabnya penasaran. Jam 9 pagi, wanita itu telah datang semacam biasanya. Aku menggeletakkan tubuhku di kasur, trus terang aku pun dilanda ketakutan.Aku tengah dilanda gairah, tapi was2 dengan kemungkinan kurang baik yg dapat saja terjadi. “Waduh..”Jawabku terputus. Dia berdiri menatapku di samping ranjang, tatapanya penuh arti. Ayo ini saya tadi beli dua bungkus nasi uduknya, satu utk




















