”, tanyanya.“Ah, tidak, pingin nemeni mbak Intan aja”, jawabku.“Ah anda, ada-ada aja”“Serius mbak”“Makasih”“Restorannya bagaimana mbak? Mbak Intan masih di pelukanku. Vidio Bokep Hari itu juga jantungku berdebar. Saya bertumpu di sofa, saya tak lihat tv namun lihat mbak Intan. Pertamanya saya tidak tahu bila itu yaitu mbak Intan.Sebab ia terlihat muda. Lantas kami bertegur sapa. “Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak” “Sebentar ya”, katanya. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya.Aku tak menyia-nyiakannya. Saya juga ditinggal sendirian di ruang itu, tv masihlah menyala.Cukup lama saya ada di ruang tengah, sampai tengah malam kurang lebih.




















