oughh.. Kamu tuh nggak ngerti perasaan Mbak.. Film Porno oughh.. Aku pun segera berpakaian, kurasa Mbak Lina sekarang lagi ingin menyendiri, jadi pelan-pelan kutinggalkan kamarnya. Mbak Lina!”Aku tersentak, ya ampun suaranya begitu halus dan lembut, suaranya mampu menggetarkan hatiku.“Ya ampun Mbak Lina.. dielus-elus saja yah.. Dia duduk di atas tubuhku. Bisa di katakan 50% orang yang online di channel tersebut adalah laki-laki, hal itu yang membuatku menjadi agak jengkel, mereka semua penipu. kamu mengerti sekarang sayang,” kata dia.Dia kembali berkata, “Bunga.. maukah kamu menjadi kekasihku?” dia memohon sambil berlutut di hadapanku. Semua nama orang dan tempat dalam cerita ini sengaja disamarkan untuk menghindari hal-hal yang tidak dinginkan.Kisah ini diawali dengan kegemaranku akan chatting pakai IRC dari dua tahun lalu.




















