“Oke La, give me 15 minutes to get you.”Aku ini yang lagi bicara 20 Menit yang lalu aku dan Lala sudah ada di dalam Estillo hitamku. Bokep maapin Iyan yaa?” aku mulai ngomong. “Nah… emang kamu nggak ada yang jemput La?” tanyaku ke Lala. Yaann!”
Matanya merem, kadang melotot, kadang menyipit dan Lala pun menggelinjang tidak karuan seperti baru pertama kali merasakan rasa geli yang amat sangat nikmat (memang baru pertama kali) menjalari seluruh saraf-saraf sensitive di tubuhnya itu. “La, Iyan boleh pegang La?”
Sebelum Lala bilang apa-apa kulumat lagi bibirnya sambil tangan kiriku pegangi pinggangnya dan tangan kananku mulai ke payudaranya, kuusap halus, kuelus-elus halus, remas halus, pokoknya aku mau bikin yang halus-halus deh moment itu.




















