“Mangg…masukinn lagii”pintaku
“Lho, kata non tadi udah?”tanyanya heran. Bokep indo terbaru “Ya non..mamang sudah ndak apa-apa” jawabnya. Tak cuma mang Gimin yang merasa kehilangannya, akupun begitu sedih. Akhirnya aku memperoleh penuntasan dari tubuh tua suamiku itu. Amarah yang didasari oleh rasa kuatirku yang berlebihan itu. Layaknya seperti seekor kucing yang memandikan anaknya. Aku sama sekali tak ingin tahu. Sudah dua minggu ini aku terpaksa puasa karena mang Gimin ngambek dan susah diajak bicara. Lidya sengaja menahan sahabatnya itu agak lama dalam peluknya. “Iyaaa noon..Mamang nyelupnya sampe ke dasar. Mamangg entot non sekarangg!!…”
Ternyata harapanku saat itu sia-sia.Mang Gimin sudah menekan….. Tunggu mamang!” panggilnya. Dan…tadi itu mamang sudah tidak kuat lagi. Apalagi yang wanita yang sedang ia mesrahi adalah seorang gadis remaja yang mengiurkan seperti diriku yang memang sejak awal ingin ia perawani.




















