Lalu ia mulai menjelajah daerah leherku, dijilatnya leher dan telingaku sampai memerah. Bokep Cina “Digigit?” tanyaku spontan. “A-apa?” tanyaku berdebar-debar. Jangan.. Lepaskan.. Terus Ndra..” ucapnya. Wah, boleh juga nih. “Digigit?” tanyaku spontan. Dan kembalilah jari-jariku bekerja. Ah.. “Kita taruhan. Aku harus memijat pantat Mas Agus dengan gigiku. Aku tertunduk bisu. “Iya digigit, tapi jangan keras-keras!” jelasnya.Untuk sejenak aku terdiam. Kemudian paman duduk di ranjang, tepat di sampingku. “Belajar kan nggak harus pas ada PR.” ucapnya menasehati. Tapi kemudian..“Indra.. “Tapi Pak..!” jawabku dengan nada bingung, sebenarnya aku mulai tertarik untuk memenuhi tantangan mereka, dengan harapan aku bisa memenangkan seluruh game, lagipula aku benar benar membutuhkan uang tersebut. Beberapa saat kemudian aku terhentak ketika secara tiba-tiba Mas Agus membalikkan tubuhnya. Aku merasa begitu geli. Sebenarnya seluruh keluargaku tinggal di kota Jakarta, dan mereka agak keberatan




















