Aaah! “Nih pelet nih… Weee…” sambil kujulurkan lidahku, mataku juga ikut kiyer-kiyer (pokoknya jelek habis deh tampangku waktu itu). Bokep Twitter hehehe… Wait For The Next Sensation!” ancam si kecil-bandotku.Thanks for all attention untuk tulisanku ini. Edan, lagi-lagi si Lala seperti burung yang lepas dari sangkar saja kembali teriak-teriak keenakan merasakan sodokan si kecil-ku yang makin aku bikin kencangan lagi. Kugendong Lala yang sudah lemas sekali tubuhnya ke dalam kursi depan mobilku lalu kujilati bibir liangnya bersihkan yang becek-becek nikmat sampai mengkilat sekali. cairan dan bercak darah perawan Lala ada juga di atas kap mesinnya (hehe.. “Nggak papa laah… itung-itung kenang-kenangan buat Escudo malang itu lhaa.. “Iyan,” sahutku pendek. Buat Bossnya situs cerita ini tolong kritikannya yaa… aku ‘kan new challenger.




















