Ia hanyamenampakkan diri separuh badan.Mbak Wien.., aku mau makan dulu. Ah bodoh. Film Porno Pokoknya turun.Kiri Bang..!Aku lalu menuju salon. Namun, tibatibakeberanianku hilang. Tidak akan hadir kesempatan ketiga. Ia malah melengos. Aku masih ingat sepatunya tadi di angkot. Lihatlah, masak ia begitu berani tadimenyentuh kepala Junior saat memijat perut. Aku masihtermangu. Kesempatan tidak akan datangdua kali. Hanya suara kebetan majalahyang kubuka cepat yang terdengar selebihnya musiklembut yang mengalun dari speaker yang ditanam dilangitlangit ruangan.Langkah sepatu hak tinggi terdengar, pletakpletokpletok. Sambil menjawab telepon di kursi iamenunggingkan pantatnya.Ya sekarang Sayang..! Mendadak jari tanganku dingin semua. Sambil menjawab telepon di kursi iamenunggingkan pantatnya.Ya sekarang Sayang..!




















