“Kerja apa, Nyonya..?” tanyaku langsung semangat. Bokep Ojol Di dalam perjalanan aku tahu kalau suami Nyonya Majikanku itu hanya semalam saja. Aku bangkit berdiri dan melangkah menghampiri. Bahkan Nyonya Wulandari sendiri tidak tahu. Saat melihat buku tabungan, aku tersenyum sendiri. Sementara pakaianku sudah basah oleh keringat. Terus terang, aku merasa tidak enak karena diperlakukan istimewa. “Mobilnya mogok, Nyonya..?”, tegurku dengan sikap ramah. Tapi aku tersenyum dan menggelengkan kepala. mengurus rumah sebesar ini, tidak mungkin bisa dikerjakan oleh satu orang. Membayangkan semua yang baru saja terjadi hingga terbawa ke dalam mimpi yang indah. Seakan dia tidak percaya kalau di kota yang super sibuk dengan orang-orangnya yang selalu mementingkan diri sendiri, tanpa peduli dengan lingkungan sekitarnya, ternyata masih ada juga orang yang dengan tanpa pamrih mau menolong dan membantu sesamanya.




















