“Tak usah pak, biar sampai sini saja.”“Gag apa-apa, taqut ada apa-apa biar aqu antar sampai depan pintu.”Dasar, kakiku menginjak sesuatu yg lembek ditanah dan hampir saja terpeleset karena penerangan di depan rumahnya agak kurang. Bokep Cina masih di tempat yg dulu?”“Sekarang sedang meneruskan studi di amerika, baru berangkat satu bulan yg lalu.”“Oh begitu, baru tahu aqu.”
“Ingin lebih pintar katanya pak.”
“Ya baguslah kalau begitu, kan nantinya juga untuk mesa depan berdua.”“Iya pak.”
Setelah jam istirahat habis semua kembali ke ruangan masing-masing untuk meneruskan kerjaan yg tadi terhenti. ya dia, Silvi.“Pak, nanti mlm ada acara gak? Akhirnya kami berangkat kerja dari rumah Silvi, sengaja masih pagi agar tak ada orang di kantor yg melihat kedatangan kami berdua untuk menghindari sesuatu yg kami berdua tak inginkan.Sampai saya menulis cerita ini, masih tetap terngiang kata-katanya yg sering mengucapkan




















