Malam itu kami pulang sekitar jam 21:10, aku tidak berani kemalaman karena takut ibunya marah. “Maaf nak, Rianti tidak ada di rumah…” jawab ibunya yang membukakan pintu terus menutupnya kembali. Bokep SMA “Ibunya tidak suka dengan kamu bro… Pekerjaan kita ini gak jelas… Wajar saja sih…” Mamat pun seolah-olah sakit hati dengan perbuatan Rianti dan ibunya. Mamat pun yang sedari tadi tidak sabar, segera merapat dan ikut dalam pergelutan ini. Pintu pelan-pelan ku buka, dengan belati yang ada di tanganku, aku tidak segan-segan berbuat kasar lagi. Dini nampak tak berkutik di cengkraman Mamat. Kami pun ngobrol-ngobrol sebentar sebelum keluar dari rumah. “Maaf nak, Rianti tidak ada di rumah…” jawab ibunya yang membukakan pintu terus menutupnya kembali. Aku menembaknya untuk menjadi pacarku, walau sedikit pesimis, aku sudah siap menerima segala jawaban dari Rianti.




















