Diana memandangku saat sebuah lagu romantis terdengar.“Mas, setelah ini mau kemana?”“Pulang. Bokep Korea Tapi tadi katanya ngantuk?”“Udah terbang bersama asap.” Katanya, tubuhnya doyong ke arahku, melingkarkan lengan ke bahuku, dadanya menempel di pangkal tangan kiriku. Dia pun menatapku. “Mas Ray…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Aku suntuk nih.” Katanya menghembuskan asap putih dari mulutnya.“Ngapain”“Lihat laut, ngedengerin ombak, ngapain aja deh. Politik? Sampai ketemu.” Pamitku.“Eh, Mas, Mas Ray! Bukankah ____ (nama partai) baru besok kampanyenya?”.“Biarin Mas, daripada besok dikuasai partai lain?”.“Memang akan terus di sini? Dan berjanji untuk selingkuh lagi lain waktu. Tanpa kuduga ia mendorongku untuk bersandar ke bangku, dengan sigapnya tangannya membuka sabuk yang kupakai, lalu membuka zipper jins hitamku.




















