Aku pun hanya tersenyum mendengar desahan ala suami istri dari kamar orang tuaku itu. Kataku cemburu mendengar perkataannya.Kamu juga tadi ngebahas Vira di depan Ibu, emangnya kamu pikir Ibu gak cemburu apa sama kamu? Bokep Cina Tentram menguasai batinku. Ujarku sambil mencium keningnya.Akhirnya Ibuku pun berhenti menangis dan mulai terlelap karena kelelahan. Mataku nyalang. Vira. Kami menginap di tempat itu. Kali ini hanya 7 kali semprotan tapi sangat terasa nikmat. Aku segera sadar bahwa itu adalah rahim Ibu tempat aku dikandung dulu.Ohh sayang kamu mau keluar ya, kok tambah ganas nyodoknya, udah gitu kamu nyodoknya sampai ke rahim Ibu lagi ohh ohh ohh. tanyaku kaget.Ini dari bahan sutera mas, makanya harganya mahal!! Aku ikut rebah di sampingnya.




















