Lantai di bawahnya berlapis tegel kuning dengan kisi-kisi pembuangan air di sudutnya.“Ini tempat nyembelih Non” kata pria itu menerangkan.“Nyembelih?” tanya Jill“Eeemmm…motong maksudnya…” pria itu memperagakan gerakan memotong daging, “daging besar dipotong di sini jadi kecil-kecil, hehe gitu maksudnya!”Jill mengangguk-angguk.“Oh iya, Non Jill mau saya bersihin gak sebelum pergi? Kurang lebih setengah jam kemudian yang tersisa tinggal tulang-belulang merah darah. Vidio XNXX Ehehehe!” ia tertawa polos sambil memeluk boneka Telletubies merah kesayangannya.“Iya, kamu datang tepat waktu nak.” pak Fahri berkata sambil merenggut rambut kepala Jill yang bertengger di atas meja di sampingnya, masih dengan mimik wajahnya yang terkejut dengan mata membelalak lebar. Jadi boneka ini Hamzah kasih nama Farhat”“Iya…iya…Hamzah pinter, tapi tetap ngambil barang orang lain itu gak boleh, ngerti?” tegas Pak Fahri yang dibalas anaknya dengan anggukan, “Bapak ambil ya kartu ini, ntar




















