Kemudian aku menuju ke kelas yang telah memulai pelajarannya dari tadi. Bokeb oww–oowww.. Pada waktu di SMP, aku termasuk anak yang cukup nakal dan sekolahku itu pun merupakan sekolah yang banyak menampung para anak–anak nakal, sehingga tanpa kusadari aku pun bisa dibilang lumayan lebih banyak nakalnya dari pada baiknya.Saat itu ada seorang teman sekelasku yang bernama Ika. Tidak jauh dari tempatku berdiri, kulihat Ika berjalan sendirian dengan memegang tas kantongnya yang sehari-hari tasnya selalu di atas pundaknya. asal jangan sangar yah tun..!”Dan terakhir terdengar suara Iwan yang tak mau kalah juga, “Ka.., Aku boleh kan menciumimu mulai dari bibir hingga lehermu Ka.., boleh kan..?”Ika menjawab dengan nada seperti kesakitan, “Awww..




















