Bibirku bergerak sendiri meraih bibirnya. Bokep Japan Atau aku pakai baju lagi.” Mengerang, kutarik tubuhku. “Nice,” ia berbisik di pipiku. “Ssshhh,” ia mendesis. Namun bukannya langsung pulang, di jalan ia memintaku untuk berhenti di Dunkin’s. Saat ia melepaskan bibirnya dari bibirku, kutatap wajahnya dengan perasaan tak karuan. Tapi…”
“Tidak, kamu masih perjaka,” ia berbisik lagi. “U-uh. Ia.Pagi menjelang. Cepat-cepat kualihkan pandanganku. Terus terang saja, ia membuatku tertarik. “Kamu mau mengantarku pulang sekarang?” Dua puluh menit kemudian kami sudah dalam perjalanan. Kuangkat kepalaku dan memandangnya. Lembut. Aku tak tahan lagi. Aku tak tahan lagi. Ia menekan tubuhku hingga merapat ke tubuhnya. Ia mirip omong kosong angin yang berlalu setelah menghembus di sisi wajahku. “Hey !” seruku. Indra Lesmana? “Sekarang…,” ia mendesah lirih beberapa menit kemudian. Setelah itu keheningan kembali di antara kami.




















