Sejenak kudengar mbak Siti dan mang Narko berdialog serius dalam bahasa daerah asal mereka. Mang Narko juga memiliki stamina bak kuda liar meski mungkin orang bisa tertipu oleh penampilan fisiknya. Vidio Porno Jelas pembicaraan itu tengah membahas diriku.“Aku tahu nduk. Tak tanya si non dulu mau diterusin apa ndak” ujar mbak Siti.Hatiku kembali berdebar mendengar ucapannya. Kali ini lebih cepat dari sebelumnya.Perasaanku bercampur aduk menanti saat-saat mendebarkan itu. Aku tak boleh melampaui batas. Tapi aku paham apa yg dimaksudkannya itu ketika kucocok-cocokan dengan bahasa ilmiah yg sering dipakai pada pelajaran sekolah. Ia tahu mbak Siti tetap juga akan pergi meski tak ia ceraikan. Sementara itu mang Narko sendiri menggeram hebat.




















