Setelah lilin terbakar, Nyonya Hana lalu memiringkan lilin yang dibawanya dan meneteskan lilin panas yang meleleh di atas tubuhku yang telanjang. Setelah itu, Nyonya Hana pergi entah kemana. Bokep Montok Aku kemudian diberinya pakaian yang pantas dan dipaksa untuk masuk ke mobil. Setelah Nyonya Hana pergi, aku pun mulai berjalan ke arah jalan raya. Tar! Sebentar kemudian sebuah mobil pick up yang bagian belakangnya penuh dengan penumpang terlihat dari jauh. Di situ terdapat sebuah kandang anjing yang kosong. Tetapi aku juga tidak tahu jalan lain untuk menuju tempat Nyonya Hana menunggu selain melalui jalan itu. Diperlakukan seperti budak dan direndahkan seperti anjing. Dia adalah Nyonya Hana. Rasanya seperti di neraka. Jangan siksa saya lagi, Nyonya..!” aku merintih memohon belas kasihan Nyonya Hana.Dia hanya tersenyum.Nyonya Hana lalu memiringkan lilin yang tadi dinyalakannya ke arah




















