Aku pulang dengan membawa janji dan harapan kecil.Hari pertama tahun 2001, dingin dan sepi. Aku hanya membutuhkan dukungan dan rasa cinta untuk bisa bertahan hidup. Bokeb Arry telah menjadi sebuah cerita di hatiku, sebuah cerita pendek yang menorehkan rasa sesal yang mengakar. Aku terhempas di kehidupanku yang lalu, tetesan air mata semakin beralasan. Itulah awal segalanya. Kami saling bertukar pandang dan senyum. Dia menggendong tubuhku dan meletakkan di atas ranjangnya. Sambil duduk di lantai, dia meletakkan kepalanya di pangkuanku.Ketika film setengah berjalan, Arry mencoba untuk menyentuh tubuhku lebih. Selesai perayaan, di saat aku mengambil minum dia pun mendekati aku.“Hi, anak baru yah? Di mobilku dia mencoba menciumku dengan gaya ciumannya yang mengingatkanku kepada ciuman pertamaku 7 tahun yang lalu.




















