Sampai pagi?”. Bokep China Mikha tersentak kaget. Mikha tersentak kaget. Dia pun menatapku. Aku parkirkan mobil Kijangku di pinggir pantai Ancol. “Iya”. Aku mainkan lidahku di puting kedua buah dadanya yang mulai mengeras. Aku pun duduk dekat mereka, berbincang tentang pemilu kali ini. Boleh ya? “aahh…, gila…, Ini nikmat sekali…” Teriakku. Gak ada yang mau ngantarin nih.”
Aku pun mengangguk. Hangat. Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. “Memang akan terus di sini? Tapi tadi katanya ngantuk?”
“Udah terbang bersama asap.” Katanya, tubuhnya doyong ke arahku, melingkarkan lengan ke bahuku, dadanya menempel di pangkal tangan kiriku. Harapan-harapan mereka, tanggapan mereka, dan pendapat mereka. Lalu ia membuka pahanya agak lebar, terlihat samar-samar olehku kemaluannya sudah mulai lembab dan agak basah.




















