Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Bokep Colmek Darah seketika muncrat ke mana-mana. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Dia menjual, bukan mengemis. Gila. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Gila. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. Dingin kota ini makin terasa. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan




















