Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.“Gimana nggak nangis! “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Bokep Indonesia Abi belum bisa sabar seperti Rasul. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak.Hamil muda?!?! Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Jangankan untuk kerja, jalan saja susah. Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Ucap isteriku kalem.“Iya. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.“Ummi… Ummi, bagaimana Abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini?” ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. “Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda…” Ucap isteriku




















