Saya bisa masuk angin” kata perempuan setenga baya di depanku pelan.Aq tersentak. Sex Bokep Suara itu lagi. Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis. Aq masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Dadaku berguncang. Tetapi, aq harus berani. Keberuntungankah? Ke bawah lagi: Tdk. Betul-betul keras. Bodoh, bodoh, bodoh. Tapi eh.., seorang penumpang pakai kaos oblong, mati aq. Masih ada waktu bebas 3 jam. Pletak, pletok, sepatunya berbunyi memecah sunyi. Wajahku merah padam. Dadaku tiba-tiba berdegup-degup.“Bang, Bang kiri Bang..!”Semua penumpang menoleh ke arahku. Dadaku berguncang. Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Ke bawah: Tdk. Bagiku itu sudah jauh lebih nikmat daripada bercerita.




















