“Tapi Nin?” ujar Lenny dengan wajah ketakutan. Tapi kemudian rabaan-rabaan itu berhenti. Bokep Cina Pikiranku mulai panik, sementara di pojok ruangan, Lenny sudah tampak mulai resah melihat keadaanku.Tapi naas. “Tapi Pak..!” jawabku dengan nada bingung, sebenarnya aku mulai tertarik untuk memenuhi tantangan mereka, dengan harapan aku bisa memenangkan seluruh game, lagipula aku benar benar membutuhkan uang tersebut. Kurangkul tubuhnya dan membantunya berjalan pulang..Sebelum sepuluh tahun yang lalu aku hanyalah anak laki-laki biasa yang senang bermain bola di lapangan yang becek sisa hujan semalam atau berlari-larian mengejar layangan putus sampai ke kebun orang dan dimarahi sang pemilik kebun. Aku tinggal bersama seorang temanku yang aku kenal di kampus.




















