Tapi, tidak saat ini. Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. Bokep Tobrut “Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. “Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Aku hanya bisa terdiam terpaku. Temannya yang ikut bersamanya pun ikut memperhatikan diriku.“Ada apa Torian? “Panas..badanku terasa panas..Erik..” pikirku dalam hati. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. “Hhh..!!”
“Tidak apa-apa..kalau Erik..tidak apa-apa.” pikirku.Aku memejamkan mataku erat-erat ketika Erik mulai memasukkan ‘senjata’nya ke dalam diriku. Tapi, di depan kamar Erik aku berhenti. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Aku tetap melihat perbuatan Erik tanpa berkedip sambil berlinang air mata.Erik masih melanjutkan permainannya bersama wanita cantik itu, dia menggerakkan pinggulnya maju




















