Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. Namun aku sama sekali tak mengerti dgn apa yg d ibisikkannya. Vidio Sex “Aku.., Apa yg harus kulakukan?” tanyaku tak mengerti. Sementara Tante Amanda pergi membawa Bobby, aku dan Lidya duduk di bangku taman dekat patung Pangeran Diponegoro yg menunggang kuda dgn gagah.Tak banyak yg kami obrolkan, karena Tante Amanda sudah kembali lagi dan memberikan Bobby padaku sembari terus-menerus memuji. Aku menatapnya dgn tajam. Bahkan dia sering main ke rumahku, Bapak dan Ibu juga senang dan berharap Lidya bisa jadi kekasihku.Begitu juga dgn Mbak Lisa, sangat cocok sekali dgn Lidya Namun aku tetap tak tertarik padanya. Lidya mengambil tanganku dan menaruh di dadanya yg membusung padat dan kenyal.Dia membisikkan sesuatu, namun aku tak mengerti dgn permintaannya. Suasananya sepi-sepi saja. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi




















