“Maafkan aku…”
“Dia masih tinggal di sini? Vidio Bokep Ternyata tetap seindah kemarin dulu. Secara diam-diam aku kabur dari kantor, dikiranya hanya sebentar, tapi sudah menunggu setengah jam masih belum dikeluarkan juga mobilnya. Pada hari Senin telepon di meja kantorku berdering, lalu kuangkat. Untuk buang kesal, aku jalan-jalan lihat mobil-mobil di showroom. Aku harus menjemput mobilku dan pulang ke rumahku sendiri. Dengan begitu, yang ada di bahuku hanyalah seutas kain bagaikan tali yang berasal dari gaunku. Aku heran, untuk porsi makannya yang jumbo, layaknya tubuhnya menyerupai balon, tapi dia tergolong kurus. “Eks-ku belum pindah keluar dari sini… dia bisa mencak-mencak kalau mencium parfummu.”
“Hah!” aku serasa baru ditampar, mungkin balasan tamparanku tadi di kamar ganti.




















