kita kerumah sakit ya” sambung Wilona.“Ah nggak usah kok cuma kena goresan kecil aja kok, nggak sampai ke tulang lagi, ini tinggal di perban aja, kalian tenagn aja, harusnya gua yang terima kasih pada kalian karna sudah tungguin aku”“Feri kamu masih anggap kami temanmu nggak sih? pelan-pelan Fer, sakit.. Bokep Asia sakit bodoh” jeritannya ini sempat membuatku kaget karena kencang sekali, aku takut mengundang perhatian tetangga sebelahku, untungnya lokasi kamarku agak di ujung namun tadi jeritannya cukup keras.Aku melepaskan sebentar tusukannku dan mengintip dari jendela apakah ada yang datang kesini, aku merasa lega karena aku melihat lorong masih sepi tanpa suara dari kamar sebelahku .“Aduh sa, itu suara tolong dikecilin dong, bisa gawat nih kalo ada yang tau, pake tolong segala lagi, nanti aku bisa dituduh mau bunuh kamu lagi” dia malah tertawa










